Kafe Ini Patok Tarif dari Waktu Kunjung Bukan Kopi yang Diminum

0
94

Kafe adalah alternatif tempat untuk berkumpul yang nyaman bersama teman-teman. Ditambah sajian kopi dan aneka kudapan, pelanggan akan betah berlama-lama di kafe. Kombinasi itu kerap membuat orang tak sadar telah berjam-jam di sana.

Akan tetapi, sebuah kafe di Singapura tampaknya akan membuat Anda berpikir dua kali untuk berlama-lama di sana. Di kafe bernama Coffemin ini, tarif pembayaran didasarkan pada waktu, bukan pada makanan atau minuman yang kamu pesan.

Melansir World of Buzz, Coffeemin akan mematok tarif 6 dolar atau setara Rp 60 ribu untuk jam pertama. Untuk setiap 10 menit berikutnya, pelanggan akan dikenai tarif Rp 10 ribu.

Kamu tidak akan dikenai tarif tambahan semisal dalam waktu satu jam itu, kamu meminum lebih dari segelas kopi. Hal itu juga berlaku untuk menu-menu kudapan yang lain.

Kafe ini menjadi satu-satunya kafe di Asia yang menerapkan sistem pembayaran berdasarkan waktu. Kafe ini menyediakan minuman kopi berkualitas yang diolah dari kopi jenis arabika.

Pemilik Coffeemin, Jonathan Ye, mengungkapkan, ide untuk menerapkan sistem berbayar berdasarkan waktu tebersit karena pengalamannya diusir di sebuah kafe di Selandia Baru.

Saat itu, ia berlama-lama di sebuah kafe untuk menonton video secara online. Dengan hanya memesan segelas kopi, ia mendapat struk tagihan yang membengkak.

“Budaya Barat menerima layanan pembayaran seperti itu. Pelayan akan membersihkan meja ketika kita selesai. Hal itu akan membuat tamu datang dan pergi,” ujarnya.

Ia juga menyadari budaya di Asia yang cenderung merugikan pengusaha kafe. Orang Asia bisa membeli satu gelas minuman dan duduk di kursi kafe dalam waktu yang sangat lama.

“Padahal kita tak punya banyak ruangan untuk mereka,” ujarnya.

Jonathan mengaku cukup kesulitan untuk mendapatkan pelanggan, karena kafe dengan sistem itu benar-benar asing bagi orang Asia.

Namun seiring berjalannya waktu, pelanggan menyadari esensi dari kafe berbayar berdasarkan waktu ini. Mereka melihat ada satu menarik dan khas dari Coffeemin.

Untuk menarik pelanggan agar datang, Jonathan mendandani Cooffeemin senyaman mungkin. Ia membuat wahana game Xbox, meja biliar, meja makan yang indah, sofa yang nyaman, TV berbayar, serta jaringan Wi-Fi gratis.

Kadang-kadang Coffeemin menjadi pilihan untuk orang yang mempunyai event besar. Seperti acara reuni, m