Kisah Ninja Terakhir yang Tak Mau Turunkan Ilmunya

0
91

Secara profesi, Jinichi Kawakami adalah seorang insinyur. Tapi ia memiliki keistimewaan lain, Jinichi merupakan keturunan terakhir Ninja Jepang.

Sebagai keturunan ninja, Jinichi telah belajar ilmu-ilmu ninja sejak berusia enam tahun. Ia berlatih bela diri, menggunakan pedang, menghilangkan diri, dan belajar peka terhadap suara-suara.

“Aku bahkan belajar mendengar suara jarum yang jatuh di kamar sebelah,” ujarnya sebagaimana dilaporkan My Newshub.

Di usianya yang ke-63, tak ada tanda-tanda tua pada Jinichi. Seluruh rambutnya masih hitam. Giginya masih utuh, dan gerakannya masih lincah.

Jinichi masih lihai memanjat dinding, melompat dari tempat tinggi lalu mendarat tanpa cedera sedikitpun. Lagi, Jinichi masih mahir meracik bahan kimia untuk membuat peledak ringan dan asap.

Tetapi sayangnya, Jinichi enggan mengajarkan itu kepada generasi sekarang. Jinichi bersikeras ingin mati sebagai ninja terakhir.

“Aku dijuluki ninja terakhir karena tak ada orang lain lagi yang mempelajari keterampilan ninja langsung dari seorang guru sejak lima abad lalu,” ucapnya.

Jinichi menganggap kehidupan ninja sudah tidak relevan dengan gaya hidup modern. Keterampilan ninja tak akan lagi dibutuhkan di masa sekarang. Walhasil, keterampilan ninja hanya menjadi bagian dari seni semata.

Dengan keterampilannya yang tak diajarkan kepada siapapun, Jinichi tak semerta-merta melupakan kehidupan ninja. Dibantu beberapa stafnya, ia membuka Museum Ninja di Iga. Lokasinya terletak 220 mil dari pusat kota Tokyo.

Baru-baru ini, Universitas Mie di Tokyo bertekad akan membuka jurusan kuliah khusus ninja. Jinichi telah mendengar hal itu. Ia mengaku sudah dihubungi pihak universitas untuk membantu penelitian tersebut.

“Iya, aku sudah mengerjakan beberapa tugas penelitian dari Universitas Mie,” ucapnya.