Mengapa Air Putih Tak Dianjurkan untuk Berbuka Puasa?

0
78

Sudah bukan rahasia lagi jika minum air putih yang cukup memiliki sejuta manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Tapi, tahukah Anda air putih yang memiliki banyak manfaat itu ternyata tak terlalu baik bagi tubuh bila diminum saat berbuka puasa?

Pakar nutrisi Rita Ramayulis mengatakan bahwa setelah seharian berpuasa, air putih memang tak berperan besar untuk mengganti cairan yang hilang setelah seharian Anda berpuasa.

Selain itu, lanjut dia, minum terlalu banyak air putih saat berbuka, justru akan membuat perut terasa kembung sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Karenanya, kata Rita, sebaiknya sediakan buah-buahan saat berbuka untuk selingan air putih.

“Prinsip makan saat berbuka puasa itu, salah satunya adalah mengganti cairan dan elektrolit tubuh yang hilang, selama kita puasa. Jadi, kita harus cari apa yang bisa menggantikan cairan dan elektrolit tersebut,” ungkap dia dalam sebuah talkshow bertema “Ramadan Sehat dan Praktis Bersama Philips” di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Cairan dan elektrolit dalam tubuh, lanjut Rita, terdiri dari ion natrium, magnesium, potasium, serta florida. Sementara, air putih tidak memenuhi semua ion yang dibutuhkan dalam tubuh.

Jadi, cairan berwarnalah sebenarnya yang mengandung elektrolit. Lantas, apa saja saja yang mengandung elektrolit? Rita menyebutkan buah-buahan yang mengandung air, seperti semangka, melon dan air kelapa mengandung elektrolit.

“Jadi, tidak perlu minuman kemasan, buah-buahan yang mengandung air, jika dimakan saat berbuka, langsung bisa menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang,” tambahnya.

Namun untuk penderita diabetes, Rita menyarankan, sebaiknya menghindari semangka saat berbuka berpuasa. Ini dikarenakan semangka yang rasanya manis dikhawatirkan bisa meningkatkan gula darah penderita diabetes.