Mengapa Hewan Berparas Jelek Justru Terlihat Imut bagi Manusia?

0
84

Anda pernah melihat hewan kungkang, ikan mas koki mata gelembung, atau anjing berjambul dari Tiongkok? Anda pasti akan merasakan keimutan dari hewan-hewan sebenarnya berparas jelek tersebut.

Pertanyaannya, mengapa? Mengapa manusia justru menganggap imut hewan-hewan berparas jelek, termasuk selain dari ketiga jenis hewan tersebut.

Psikolog Joshua Dale, profesor dari Tokyo Gakugei University, membeberkan alasannya. Menurutnya, alasan itu sama halnya dengan ketika kita melihat anak anjing atau anak kelinci. Perasaan imut itu muncul dari naluri alami manusia untuk merawat dan melindungi.

“Perasaan ini memunculkan emosi hangat yang mirip dengan respons terhadap keimutan,” ujarnya dilansir dari Natgeo.

Psikolog lain dari Osaka University of Japan, Hisroshi Nittono mengamini pendapat tersebut. Ada istilah khusus di Jepang untuk menyebut hewan atau benda-benda jelek tetapi dianggap imut. Mereka menyebutnya dengan istilah kimo-kawaii.

“Inti dari gagasan kimo-kawaii, meskipun secara harfiah hewan itu terlihat menjijikkan, pengamat menemukan daya tarik sehingga kita merasa ingin mendekati dan mengetahui lebih lanjut,” ia menjelaskan.

Nittono mengatakan, orang-orang yang gemar dengan hewan-hewan berparas jelek, merasakan sesuatu yang disebut dengan rasa keimutan yang aneh. Meskipun tidak melulu ingin melindungi, perasaan itu membuat manusia merasa bahagia dan ingin berada di dekat mereka.

“Sederhananya, mereka menemukan hal yang lucu. Itu saja,” pungkasnya.

Estetika itu juga nyaris sama dengan estetika yang kita gunakan usai menonton film horor dengan budget yang minim. Film itu terlalu jelek sehingga menjadi bagus. Jadi jangan heran jika ada orang yang justru menyukai hal-hal yang secara universal terlihat jelek.