Bahaya Makanan Berpengawet bagi Kesehatan

0
142

Isu makanan berpengawet kini sedang marak. Karena bahan pengawet bisa menimbulkan beberapa penyakit degeneratif, salah satunya adalah kanker. Benarkah demikian?.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Perka BPOM No. 36 Tahun 2013 telah mengatur jenis pengawet apa saja yang boleh digunakan dalam bahan pangan tertentu beserta detail batas maksimum penggunaannya.

Penetapan batas maksimum penggunaan pengawet tentunya didasari kajian ilmiah analisis risiko. Analisis risiko yang dilakukan telah mempertimbangkan kemungkinan paparan maksimum oleh manusia dan dosis terendah penggunaan yang tidak menimbulkan efek negatif terhadap manusia, atau seringkali disebut No Observable Effects Level (NOEL).

Menurut Perka BPOM tersebut, terdapat beberapa jenis bahan pengawet yang diizinkan penggunaannya, yakni asam sorbat dan garamnya, asam benzoat dan garamnya, etil para-hidroksibenzoat, metil para-hidroksibenzoat, sulfit, nisin, nitrit, nitrat, asam propionat dan garamnya, dan lisozim hidroklorida.

Hal yang perlu digaris bawahi, efek negatif terhadap kesehatan dapat muncul pada dosis penggunaan tertentu.

Untuk membahas lebih lanjut soal penggunaan bahan pengawet pada produk makanan tertentu, kali ini Tim mahasiswa dari IPB Fakultas Teknologi Pertanian, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan telah membaginya menjadi beberapa pertanyaan.

1. Perlukah klaim pangan “tanpa pengawet” pada label produk pangan?

BPOM saat ini telah mengatur perizinan klaim “tanpa pengawet” pada label produk pangan dalam Perka BPOM No. 23 Tahun 2016. Perizinan klaim tersebut tentunya berdasarkan pertimbangan kepentingan produsen dan konsumen.

Meski telah mengatur perizinan mengenai klaim makanan tanpa pengawet, bahan campuran pengawet tak sepenuhnya berdampak negatif bagi kehidupan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahan pengawet terbilang aman digunakan selama masih dalam dosis yang disesuaikan.

2. Apakah semua bahan pangan harus menggunakan bahan pengawet?

Jawabannya tentu saja tidak harus. Tujuan utama penggunaan pengawet adalah memperpanjang umur simpan produk pangan. Hal tersebut sesungguhnya dapat diperoleh tidak hanya dengan penggunaan pengawet, tetapi dapat juga diperoleh dengan penerapan prinsip sanitasi selama proses produksi dan penerapan proses yang dapat mereduksi jumlah mikroba perusak.