Viral, Ini Video Pilot Garuda Rasis yang Hina Maskapai Lain

0
9

Sebuah video beredar di dunia maya yang merekam percakapan seorang pilot maskapai Garuda Indonesia. Di dalam rekaman video berdurasi 2 menit 18 detik itu, seorang pilot Garuda Indonesia berkata rasis dan menghina maskapai lain saat merasa keberatan pesawatnya diperiksa oleh petugas Bea Cukai.

Video berdurasi 2 menit 18 detik itu awalnya diunggah oleh akun twitter @sugi_0706 pada Ahad, 19 November 2017 dini hari, berjudul: “how about this @IndonesiaGaruda racism on your airplane? I belive this is one of your Pilot!”. Dalam video tersebut nampak pilot sedang beradu argumen dengan petugas Bea Cukai.

“Saya kasih tau anda saja kalau anda ke sini malah nambah pekerjaan kalian dan nambahin pekerjaan kita di sini. Ini pesawat kecil,” kata dia kepada petugas Bea Cukai.

Pilot itu nampak keberatan dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Bea dan Cukai di dalam kabin pesawatnya. Dia juga mengatakan tidak pernah diperiksa seperti ini sebelumnya. “Bukan kalian enggak boleh ke pesawat. Boleh, tapi ini pesawat negara, kalau kau mau kerjain itu tuh C***-C*** itu tuh, Sr*******,” kata dia.

Menimpali perkataan pilot tersebut, petugas Bea dan Cukai mengatakan dia hanya menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Pelayanan. Tak terima dengan alasan petugas, pilot kembali mengatakan: “30 tahun sudah saya terbangkan pesawat, enggak pernah dilakukan hal-hal seperti ini,” kata si pilot.

Menanggapi viralnya video tersebut, Manajemen Garuda Indonesia membenarkan bahwa pilot di video tersebut adalah pilot Garuda. Senior Manager Public Relations PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ikhsan Rosan mengatakan insiden tersebut terjadi di pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA8510 SIN-DTB yang baru mendarat di Bandara Silangit, Sumatera Utara. Setelah penumpang turun, kata dia, petugas Bea Cukai kemudian naik memeriksa pesawat dan tas kru.

Ikhsan mengatakan pilot menolak diperiksa karena merasa selama ini belum pernah ada pemeriksaan di dalam pesawat. “Kemungkinan juga pilot belum mengetahui bahwa sesuai SOP, petugas Bea Cukai berhak masuk ke dalam pesawat,” kata dia melalui Whatsapp, Senin, 20 November 2017.

Dalam penolakan pilot tersebut, terucap kata-kata yang bernada menyinggung etnis tertentu dan sebuah maskapai penerbangan swasta. Menurut keterangan, pilot dalam keadaan emosi sehingga tidak dapat mengontrol ucapannya.

Ikhsan mengatakan Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Bea Cukai serta sudah menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Dia mengatakan pihak Garuda juga sudah meminta maaf secara langsung kepada maskapai yang disebut dan masalah sudah selesai.

“Kami menyesalkan sikap dan pernyataan pilot tersebut yang bertentangan dengan nilai perusahaan. Garuda Indonesia sangat menghargai kerjasama antara pemegang kebijakan dan institusi yang di bandara untuk meningkatkan kenyamanan bagi penumpang,” kata Ikhsan.

Ikhsan mengklaim pihaknya juga sudah melakukan investigasi internal terkait insiden tersebut. Garuda Indonesia, kata Ikhsan, juga sudah memberikan sanksi administratif kepada pilot yang bersangkutan. “Investigasi dan pemberian sanksi sudah kami lakukan sebelum video tersebut viral di media sosial,” kata dia.