Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri

0
8

Infeksi karena virus dan bakteri memiliki gejala serupa. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan pemeriksaan laboratorium, tetapi tindakan itu mungkin saja mahal dan memakan waktu lama. Namun, ada beberapa perbedaan kecil yang dapat membantu Anda mengenali infeksi virus dan infeksi bakteri. Infeksi yang berbeda menyerang lebih lama, warna dahak yang Anda keluarkan pun berbeda bergantung pada penyebabnya (bakteri atau virus). Pastikan untuk tetap tinggal di rumah dan merawat diri sendiri selama sakit. Berikan waktu bagi tubuh Anda untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Mengamati Berbagai Gejala yang Anda Alami

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 1 Version 4 300x225

1. Catatlah lama waktu Anda sakit. Secara umum, infeksi virus cenderung berlangsung lebih lama. Gejala yang bertahan selama seminggu atau lebih kemungkinan adalah infeksi virus. Meskipun demikian, Anda harus tetap waspada dan membicarakan kemungkinan penggunaan antibiotik dengan dokter. Virus dapat berubah menjadi infeksi sinus, yang mungkin juga melibatkan perkembangan infeksi bakteri.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 2 Version 3 300x225

2. Perhatikan warna ingus/dahak Anda. Ketika Anda membersihkan ingus atau mengeluarkan dahak, perhatikan warnanya. Walaupun ingus/dahak mungkin terkesan sedikit kotor, warnanya bisa menjadi indikator apakah Anda terserang infeksi virus atau bakteri. Ingus/dahak encer dan bening kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi virus. Sementara itu, ingus/dahak berwarna kehijauan dan gelap lebih mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri. Hanya saja, warna ingus/dahak bukanlah penentu yang 100% akurat apakah Anda mengalami infeksi virus atau bakteri. Pastikan Anda juga mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 3 Version 2 300x225

3. Amat tenggorokan. Sakit pada tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Namun, jenis sakit tenggorokan tertentu mungkin menandakan infeksi bakteri. Bintik-bintik putih biasanya disebabkan oleh bakteri. Sakit pada tenggorokan tanpa diikuti gejala-gejala lain, seperti hidung berair atau bersin, mungkin adalah infeksi bakteri, seperti sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 4 Version 2 300x225

4. Evaluasi demam. Demam bisa menyertai infeksi virus maupun bakteri. Namun, gejala ini bisa sedikit berbeda pada jenis infeksi berbeda. Pada infeksi bakteri, demam cenderung memburuk setelah beberapa hari. Sementara itu, demam karena infeksi virus cenderung membaik dalam beberapa hari.
Temperatur normal tubuh manusia berkisar antara 36,5°C dan 37,2°C.

Mengevaluasi Faktor-Faktor Risiko

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 5 Version 2 300x225

1. Pertimbangkan kemungkinan Anda terserang flu. Flu disebabkan oleh infeksi virus. Jika orang-orang di kantor atau tempat kerja Anda terserang flu, ingatlah bahwa penyakit ini sangat mudah menular. Jika Anda pernah berinteraksi dengan orang yang baru saja terserang flu, ada kemungkinan gejala yang Anda alami juga disebabkan oleh penyakit tersebut.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 6 Version 2 300x225
2. Pertimbangkan faktor usia. Balita cenderung lebih mudah mengalami infeksi virus tertentu. Infeksi saluran pernapasan atas yang meliputi rongga hidung, sinus, faring, dan laring (pangkal tenggorokan), lebih lazim menyerang anak-anak. Jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan, bersin, dan batuk, mereka mungkin terserang infeksi saluran pernapasan atas.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 7 Version 2 300x225

Jika yakin anak Anda mengalami infeksi saluran pernapasan atas, bawalah ia ke dokter
3. Ingat kembali infeksi sinus yang baru Anda alami. Kadang-kadang, pertumbuhan bakteri didahului oleh infeksi virus yang berkembang menjadi infeksi bakteri. Jika Anda baru saja mengalami suatu jenis infeksi virus, seperti infeksi sinus, kemungkinan dalam tubuh Anda berkembang infeksi bakteri sekunder. Jika Anda mengalami dua jenis penyakit dalam waktu berdekatan, kemungkinan besar Anda mengalami infeksi bakteri.

Dalam beberapa kasus, infeksi virus lain dapat memicu infeksi bakteri. Penyakit apa pun yang tidak sembuh selama lebih dari dua minggu sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Mencari Perawatan Medis

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 8 Version 2 300x225

1. Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala tertentu. Sebagian besar infeksi bakteri dan virus dapat ditangani di rumah dengan perawatan mandiri. Meskipun demikian, dalam kondisi tertentu Anda harus segera mengunjungi dokter. Tindakan ini penting terutama jika gejala-gejala tersebut dialami oleh anak-anak. Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami salah satu dari beberapa gejala berikut ini:

Buang air kecil kurang dari tiga kali dalam waktu 24 jam.
Kesulitan bernapas.
Gejala Anda tidak membaik setelah 3-5 hari.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 9 Version 2 300x225
2. Minumlah antibiotik untuk infeksi bakteri. Antibiotik digunakan untuk menyembuhkan infeksi bakteri, tetapi tidak berefek apa pun terhadap infeksi virus. Dokter mungkin tidak selalu meresepkan antibiotik, bahkan untuk infeksi bakteri, tetapi antibiotik mungkin diperlukan jika infeksi Anda serius.

Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda mengalami infeksi bakteri atau infeksi virus adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Dokter akan mengambil sampel ingus/dahak atau mengusap tengorokan Anda untuk mengikis bagian belakang tenggorokan dekat amandel. Dalam tindakan ini dokter biasanya akan mengambil sampel dengan kapas steril, kemudian mengirimkannya tersebut ke laboratorium. Dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya infeksi bakteri jika menduga penggunaan antibiotik tepat bagi Anda.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 10 Version 2 300x225
3. Cobalah obat penghilang nyeri yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Jika infeksi virus atau bakteri menyebabkan Anda merasakan nyeri, tanyakan obat penghilang nyeri bebas yang mungkin dapat mengurangi gejala ini kepada apoteker. Pastikan Anda menggunakan obat sesuai petunjuk pada kemasan dan tanyakan pada apoteker apakah obat tersebut dapat mengganggu pengobatan yang sedang Anda jalani.

Jika Anda diresepkan antibiotik, tanyakan pada dokter mengenai obat bebas penghilang nyeri yang aman untuk digunakan bersama antibiotik tersebut.

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri v4 728px Tell a Viral from a Bacterial Infection Step 11 Version 2 300x225
4. Jalani vaksinasi flu. Untuk mencegah serangan flu berulang kembali, jalani vaksinasinya. Vaksinasi tersebut akan melindungi Anda dari virus penyebab flu. Walaupun disebabkan infeksi virus, flu terkadang dapat memicu terjadinya infeksi bakteri. Sementara itu, suntikan vaksin flu dapat mengurangi risiko tubuh Anda mengembangkan infeksi virus maupun bakteri.

Suntikan vaksin flu tidak akan melindungi Anda dari semua jenis virus ataupun bakteri. Walaupun suntikan tersebut mengurangi risiko, Anda masih mungkin terserang penyakit.

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?

Baik infeksi bakteri maupun infeksi virus, keduanya sama-sama disebabkan oleh mikroba. Seperti namanya, infeksi bakteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan infeksi virus adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Terkadang, kedua infeksi ini mempunyai tanda-tanda yang sama pada orang yang terkena infeksi tersebut, seperti batuk-batuk, demam, hidung berair, diare, radang, muntah, dan lemas. Akan tetapi, bakteri dan virus adalah dua mikroba yang berbeda dan cara pengobatan untuk kedua jenis infeksi tersebut sama sekali berbeda. Mari kita simak lebih jauh tentang perbedaan infeksi virus dan infeksi bakteri.
Apa bedanya bakteri dan virus?
Apa itu bakteri?

Bakteri adalah mikroba yang termasuk keluarga Prokaryotes. Bakteri memiliki dinding sel yang tipis tapi keras, dan membran yang seperti karet melindungi cairan di dalam sel tersebut. Bakteri dapat berkembang biak sendiri, yaitu dengan cara pembelahan. Hasil penelitian fosil-fosil menyatakan bahwa bakteri sudah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu.

Bakteri dapat hidup di berbagai keadaan lingkungan, termasuk lingkungan-lingkungan yang ekstrem, seperti lingkungan yang sangat panas atau sangat dingin, di lingkungan yang mengandung radioaktif, dan di dalam tubuh manusia.
Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit, kecuali…

Sebenarnya, hanya kurang dari 1% dari jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Kebanyakan bakteri justru bermanfaat, seperti membantu untuk mencerna makanan, melawan mikroba lain yang menyebabkan penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:

sakit tenggorokan
tuberkulosis
infeksi saluran kencing
difteri
dan lain-lain

Apa itu virus?

Virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada inangnya. Virus baru bisa berkembang biak bila menempel dengan makhluk hidup lain. Ukuran virus juga jauh lebih kecil daripada bakteri. Setiap virus memiliki material genetik, antara RNA atau DNA. Biasanya, virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati. Atau pada kasus lain, virus mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya untuk kesehatan.
Sebagian besar virus bisa menyebabkan penyakit

Berbanding terbalik dengan bakteri, sebagian besar virus menyebabkan penyakit. Virus juga “pemilih”, alias menyerang sel tertentu secara spesifik. Misalnya, virus-virus tertentu menyerang sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Pada kasus tertentu, virus juga menyerang bakteri.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus infeksi antara lain:

cacar air
AIDS
flu
polio
dan lain-lain

Tanda-tanda terkena infeksi virus dan infeksi bakteri

Anda perlu konsultasi ke dokter untuk memastikan penyakit Anda, apakah itu infeksi bakteri atau infeksi virus. Biasanya, dokter akan mendengarkan tanda-tanda yang Anda rasakan, melihat riwayat kesehatan Anda, dan memeriksa tanda-tanda fisik.
Gejala infeksi bakteri

cara membedakan infeksi virus dan bakteri Cara Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri infeksi virus atau bakteri 300x225

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi bakteri:

hidung berlendir
demam
terkadang batuk-batuk
sakit tenggorokan
sakit di telinga
sesak napas

Gejala infeksi virus

Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul pada infeksi virus:

hidung berair
terkadang mimisan
terkadang demam
batuk-batuk
sakit tenggorokan (namun jarang terjadi)
susah tidur

Durasi tanda-tanda terinfeksi virus biasanya terjadi sebentar tetapi akut, sedangkan tanda-tanda terinfeksi bakteri biasanya terjadi selama 10-14 hari secara terus-menerus.

Kalau memang diperlukan, dokter biasanya meminta untuk tes darah atau tes urine untuk mengonfimasi diagnosis, atau melakukan tes kultur untuk mengidentifikasi tipe bakteri atau virus yang menginfeksi Anda.
Pengobatan untuk infeksi virus dan infeksi bakteri

Antibiotik adalah pengobatan yang sering dipakai untuk infeksi bakteri. Penemuan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri adalah salah satu penemuan besar di sejarah medis. Akan tetapi, bila Anda mengonsumsi antibiotik terus-menerus, maka bakteri akan “beradaptasi” dengan antibiotik tersebut sehingga bakteri akan kebal terhadap antibiotik. Selain itu, antibiotik juga bukan hanya membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit, tetapi juga bakteri-bakteri lain yang baik bagi tubuh Anda. Hal ini akan menimbulkan penyakit yang lebih serius. Saat ini, banyak organisasi yang melarang penggunaan antibiotik kalau bukan benar-benar dibutuhkan.

Akan tetapi, antibiotik tidak bekerja secara efektif untuk melawan virus. Pengobatan untuk infeksi virus sendiri memang lebih sulit dilakukan, alasan utamanya adalah karena ukuran virus sangat kecil dan virus bereproduksi di dalam sel. Untuk beberapa penyakit, seperti herpes, HIV/AIDS, dan flu, sudah ditemukan obat antivirus untuk penyakit-penyakit tersebut. Akan tetapi, penggunaan obat antivirus sering dihubungkan dengan berkembangnya mikroba-mikroba yang kebal terhadap obat lain.

Beda ceritanya dengan pencegahan virus. Sejak awal abad 20, vaksin dikembangkan sebagai penanggulangan penyakit karena virus. Penggunaan vaksin sendiri sudah terbukti sangat mengurangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti polio, campak, dan cacar air. Vaksin juga bisa membantu mencegah penyakit seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), dan lain sebagainya.

Sembuh Batuk Pilek, Eh Kena Lagi!

Kemungkinan penyebab batuk pilek ada dua kalau tidak infeksi ya alergi.

BATUK pilek merupakan salah satu penyakit “langganan” si kecil. Baru saja kemarin sembuh, eh sebulan kemudian terjangkit lagi. Tak perlu khawatir berlebihan, anak balita yang terpapar batuk pilek 6 sampai 8 kali per tahun atau 2 bulan sekali masih dianggap wajar. Yang tidak normal kalau sudah satu bulan sekali apalagi kalau 1 bulan 2 kali.

Frekuensi batuk pilek umumnya akan menurun sendiri seiring bertambahnya usia anak dan semakin baik sistem pertahanan tubuhnya. Tentu ini dengan catatan, bila asupan gizinya baik, waktu istirahatnya cukup dan anak tidak melakukan aktivitas berlebihan serta daya tahan tubuhnya makin kuat.

Batuk-pilek sendiri merupakan gejala di saluran napas (respiratorik), terutama saluran napas bagian atas. Secara garis besar penyebabnya ada dua, yakni infeksi dan alergi.

BATUK PILEK INFEKSI

* Penyebab: si kecil diserang jasad renik, seperti kuman, mikroba atau virus. Namun penyebab terbesar adalah virus.

* Ciri khas: demam dan tubuh pegal-pegal/ngilu (balita biasanya tidak dapat mengungkapkan gejala yang disebut terakhir).

* Rentang waktu kesembuhan: 2-3 hari dengan catatan anak diberi asupan gizi yang mencukupi, istirahat yang baik dan melakukan semi bedrest (tidak sekolah dulu, tidak main- dulu/aktivitas dibatasi).

* Pengobatan: sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Maka itu pengobatan terbaik adalah dengan cara banyak istirahat dan minum banyak serta tentu saja dengan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A., dari Pusat Asma Anak, RSCM-FKUI menegaskan, pengobatan tebaik batuk pilek adalah dengan “mengusir” akar penyebabnya bukan gejalanya.

Jadi kalau si kecil terkena radang tenggorokan maka yang harus disembuhkan ya radangnya bukan gejala-gejala yang mengikutinya, seperti batuk berdahak, pilek dan lainnya. Berkaitan dengan itu, Darmawan kurang menyetujui pemberian obat-obatan semacam pereda batuk (antitusif) atau obat pereda flu. “Itu sama saja dengan mengusir ‘dewa penolong’. Jangan lupa batuk-pilek sebenarnya adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Jadi batuk pilek itu adalah ‘kawan baik’ manusia. Bayangkan kalau tidak ada batuk pilek justru kita akan ‘tenggelam’ dalam lendir sendiri. Karena itu, cara pengobatan yang terbalik (hanya mengobati gejala dan bukan penyebabnya) adalah tidak efektif. Yang benar adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga mampu mengusir kuman, bakteri, virus yang masuk ke dalam tubuh!”

BATUK PILEK ALERGI :

Bila batuk pilek si kecil berkelanjutandalam artian lebih dari 3 hari belum juga sembuhkemungkinan besar batuk-pileknya disebabkan alergi.

– Penyebab: reaksi berlebihan pada saluran napas (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus (lihat boks).

WARNA INGUS

Ternyata warna ingus dan dahak memiliki arti tersendiri, yakni:

* Putih atau bening: menunjukkan sebagai awal terjadinya atau terpaparnya penyakit

* Keruh kekuning kuningan: sudah ada “pertempuran” antara antibodi dan penyakit.

* Hijau: tanda batukpilek akan sembuh. Warna hijau menunjukkan di dalam ingus/dahak terdapat bakteri, mikroba, virus yang mati.

TAK PERLU ANTIBIOTIK

Batuk pilek yang berlangsung lama terkadang membuat khawatir orangtua (terlebih yang belum memahami bahwa kebanyakan pencetusnya adalah alergi). Mereka pun akhirnya melakukan doctor shopping (gonta-ganti dokter). Toh, itu terkadang bukan solusi terbaik. Apalagi bila dokter yang dikunjungi malah meresepkan antibiotik. Seperti dikatakan Darmawan “Apa yang terjadi di atas adalah sindrom teh botol. Iklan teh botol kan bunyinya, apa pun makannya, minumnya teh botol. Begitu juga dengan contoh di atas, apa pun penyakitnya, obatnya adalah antibiotik.”

Padahal untuk mengobati batuk-pilek, tidak perlu sampai gonta-ganti dokter apalagi sampai mengonsumsi antibiotika. Obatnya mudah kok, yaknisekali lagimeningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara memberinya asupan yang bergizi, perbanyak minum dan istirahat yang cukup serta tentu hindari pencetus.

ANEKA PENCETUS ALERGI

Menurut Darmawan, faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu lingkungan, makanan, dan hal lainnya. Berikut beberapa contohnya:

* Lingkungan.

1. Debu rumah dan tungau. Biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/buku.

2. Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.

3. Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.

4. Rontokan bulu binatang.

5. Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat.

* Makanan.

1. Makanan/minuman dingin.

2. Permen dengan segala variasinya.

3. Cokelat dan segala olahannya

4. Aneka bahan penyedap rasa buatan.

5. Gorengan.

6. Kacang dengan segala olahannya.

* Hal-hal lain:

1. Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek-demam.

2. Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.

3. Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.

4. Perubahan musim atau pancaroba.

CIRI ALERGI

* Ciri khas batuk-pilek alergi: batuk “membandel”/susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek.

* Rentang waktu penyembuhan: lebih dari dua minggu.

* Pengobatan: hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.

* Catatan: Bisa saja pada awalnya anak terkena batuk pilek yang disebabkan infeksi (ada virus/bakteri/jasad renik lain yang masuk ke dalam tubuhnya), namun bila dalam 3 hari tidak sembuh maka sumber utamanya adalah alergi.

WASPADAI ASMA

Untuk lebih meyakinkan apakah benar si kecil memiliki bakat alergi, lakukan investigasi sederhana yakni dengan merunut siapa dari kedua keluarga kita yang memiliki riwayat alergi. Ini berarti termasuk melihat riwayat kesehatan paman, bibi, hingga kakek-nenek. “Jika ada, kemungkinan anak kita memang benar mempunyai alergi dan itu berarti berisiko besar sebagai pengidap asma,” kata Darmawan.

Ciri-ciri anak pengidap asma adalah: sesak napas/ mengeluarkan bunyi mengi, batuk malam hari yang mengganggu tidur padahal siangnya “normal”, kadang batuk disertai muntah (terutama pada anak balita), terjadi batuk pasca beraktivitas yang melelahkan serta gejala bisa membaik tanpa atau dengan obat. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai vlek paru karena foto rontgen kerap menunjukkan gambaran vlek pada paru-parunya. Padahal, jelas Darmawan, hasil foto rontgen tidak bisa dipercaya 100%. “TBC pada anak hanya bisa dibuktikan dengan tes Mantoux. Batuk yang sering dan lama pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, batuk lama bisa jadi TBC. Tapi pada anak-anak, kemungkinan besar adalah alergi alias batuk asma.”

Satu-satunya penanganan asma yang efektif adalah dengan mengendalikannya. Jangan lupa, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kalaupun ada obat hanya sebatas sebagai pereda dan pengendali. Lantaran itu, penderita asma mesti melakukan pola hidup yang benar, Kembali pada makan makanan yang sehat, minum cukup, olahraga teratur, dan hindari pencetus.

 

Sumber :

https://id.wikihow.com/Membedakan-Infeksi-Virus-dan-Bakteri

http://nasional.kompas.com/read/2008/10/29/10135551/sembuh.batuk.pilek.eh.kena.lagi

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?