SANDAL KULIT SANG RAJA

0
62

Seorang maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, baru beberapa meter berjalan diluar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali”, Aku harus memperbaikinya.
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana, Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi terbaik, segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi sapi seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang petapa menghadap maharaja, Ia berkata pada maharaja, “wahai paduka, mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi saja.”
Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut ”sAndal”.
Renungan
Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu, untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala kita harus mengubah cara pAndang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukanlah dengan jalan mengubah dunia itu.
Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal, dunia kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang permainannya adalah kita sendiri. Tak ada orang yang terlibat disana, sebab, seringkali dalam pAndangan kita, dunia adalah bayangan diri kita sendiri.
Ya, memang, jalan keidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih? Melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan jalan itu?