Misteri Status Nindya Korban Mutilasi Karawang di Postingan Suaminya MK!

0
108

Warga Karawang, Jawa Barat, dihebohkan dengan kasus mutilasi yang didalangi suami kepada istrinya.

Aksi keji ini dilakukan pria berinisial MK di rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, RT 005 RW 002, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Senin (4/12/2017).

Korbannya adalah sang istri, Siti Saidah alias Nindya alias Desi Wulandari, yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG).

Nindya sendiri dihabisi pada 4 Desember 2017.

Mayat Nindya diinapkan di kontrakan mereka.

Sehari setelahnya, MK membeli golok dan plastik hitam besar serta tas belanja.

Dengan alat-alat itulah, MK memutilasi Nindya keesokan harinya.

Peristiwa mengerikan menggelitik netizen untuk mencari tahu sosok sang suami yang dinilai tega menghabisi istrinya.

Berdasarkan penelusuran netizen, terungkap sejumlah foto-foto yang berasal dari sebuah akun jejaring Instagram milik MK, @mu***ad.k***ili.

Terlihat dalam akun Instagram, sangat banyak foto selfie sosok diduga MK dan Nindya yang diunggah.

Foto-foto tersebut menunjukkan kemesraan sosok MK dan wanita berparas cantik itu, seolah tak ada masalah yang terjadi di antara mereka.

misteri status nindya korban mutilasi karawang di postingan suaminya mk! Misteri Status Nindya Korban Mutilasi Karawang di Postingan Suaminya MK! XFVt0Cl 240x300

Ada pula sejumlah foto-foto pernikahan keduanya, termasuk proses ijab qabul saat sosok diduga MK mengucap janji suci di depan penghulu.

misteri status nindya korban mutilasi karawang di postingan suaminya mk! Misteri Status Nindya Korban Mutilasi Karawang di Postingan Suaminya MK! 4D36xzY 1 240x300

Namun, yang menjadi sorotan adalah status di akun jejaring Facebook ‘Sinok Shevarra’ milik Nindya, yang berada di postingan MK.

Dalam postingan tersebut, MK mencuplik status dari akun Facebook sang istri.

“Kadang seseorang terlena akan bahagia duniawi yang sebenarnya hanya fatamorgana. Terkadang kebahagiaan itu membuat kita lupa dari rasa syukur. Ketahuilah bahwa letak kebahagiaan yang nyata berkisar antara jarak kening dengan sajadah & rasa syukur,” demikian tulisan Nindya.

misteri status nindya korban mutilasi karawang di postingan suaminya mk! Misteri Status Nindya Korban Mutilasi Karawang di Postingan Suaminya MK! XI0c1uz 300x174

Menanggapi postingan tersebut, MK hanya memberikan emoji ‘jempol’ dan wajah dengan satu mata mengedip.

Kronologi

Wakapolres Karawang Kompol Rano Hardiyanto membeberkan kronologi kasus pembunuhan yang disertai mutilasi dengan korban Siti Saidah alias Nindy alias Desi Wulandari.

Pembunuhan bermula saat Kholil dan istrinya, Siti Saidah cekcok di rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, RT 005 RW 002, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Senin (4/12/2017).

Pelaku, sambung Rano, kemudian menghabisi nyawa korban dengan memukul leher korban menggunakan sisi samping telapak tangan sebanyak dua kali.

“Korban jatuh kemudian kepalanya membentur lantai. Pelaku mengecek napas korban, tetapi sudah tak bernyawa. Pelaku kemudian menyembunyikan jasad korban di ruang tengah kontrakan mereka,” kata Rano dalam konferensi pers di Mapolres Karawang.

Keesokan harinya, Selasa (5/12/2017), pelaku membeli golok, plastik hitam besar, dan tas belanja.

Ia lalu memutilasi korban mulai dari bagian kepala hingga kedua kaki korban.

“Selanjutnya pelaku membuang kepala dan kedua kaki korban di Curug Cigentis, Loji, Karawang,” ujarnya.

Rabu (6/12/2017), pelaku membuang tubuh korban di TKP penemuan mayat pertama kali di Dusun Ciranggon III, RT 011 RW 003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang.

“Kemudian pelaku membakar tubuh korban tersebut bersamaan dengan buku nikah, akta kelahiran korban, dan surat lainnya,” katanya.

Sementara barang bukti yang diamankan polisi di antaranya botol berisi bensin, karpet anak tempat memutilasi korban, helm pelaku, baju korban, jam tangan korban, lakban, dan kain pel yang digunakan untuk membersihkan lantai setelah korban dimutilasi.

Muhammad Kholili pun dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

“Ia terancam hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara,” ujarnya.