Beredar Cabai Bubuk di Jajanan Tercampur Kencing Tikus Penyebab Difteri, Ini Fakta Sebenarnya

Beredar Cabai Bubuk di Jajanan Tercampur Kencing Tikus Penyebab Difteri, Ini Fakta Sebenarnya

0
563

Baru-baru beredar luas di media sosial tentang bahayanya mengonsumsi cabai bubuk dikarenakan tercampur kotoran tikus.

Entah darimana asal muasalnya, informasi ini menyebar dengan massif terutama melalui aplikasi WhatsApp.

Dari grup ke grup WhatsApp, informasi tersebar luas.

“Hati2 jgn jajan yg pake bubuk cabe, penuh penyakit dari kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri. Jgn jajan pake cabe kering ya seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jangan pake cabe bumbu kering. copas grup sebelah”

Begitulah tulisan yang tersebar luas di grup WhatsApp dengan tautan sebuah video.

Grup Facebook Inspirasi Kehidupan juga menyebarkan informasi tersebut.

“Bagaimanapun yang segar itu sehat. Lihat saja, video kasus berikut, tikus banyak ditemui di cabai kering, bahan untuk cabai bubuk. Kalau kita tidak hati-hati memilah, bisa saja cabe bubuk yang kita konsumsi terkontaminasi dengan air kencing atau kotoran tikus. Mudah2an tidak terjadi di Indonesia, atau video ini bukan real.. Tapi waspada itu perlu..” tulis akun Facebook Inspirasi Kehidupan.

Untuk menguatkan tulisannya, akun tersebut juga menautkan video yang berisi tikus mengerubungi cabai.

Salah satu netizen dengan akun Facebook A.S Wardani mencoba meminta klarifikasi informasi tersebut ke akun Facebook Indonesian Hoaxes Community.

“#cabai_bubuk #cabai_kering #tikus #difteri

Sore agan dan aganwati sekalian. Mau numpang klarifikasi.
Barusan ibuk saya dapat kiriman dari grup watsapp, video tentang proses pengeringan cabe kering yang tidak higienis. Captionnya kaya gini:

Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk, penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri. Jgn jajan pk cabe kering ya seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jgn pake cabe bumbu kering…

Saya cari2 pembenaran atau penyanggahan di google dan facebook kebetulan masih belum ada yang bahas, cuman nemu tread2 profokatif. Ini saya sertakan link yang agak sopan dari mereka2 itu. Sama contoh video yang agak jelas.

Yang mau saya tanyakan:
-itu video asli atau editan? Kok tikusnya kaya rada transparan? Atau asli tapi karena efek pencahayaan jadi keliatannya gitu?
-ini kejadian kapan dan di negara mana? Benerkah cabai itu untuk keperluan konsumsi? Atau untuk keperluan pembenihan?
-kalau memang fakta, benerkah bisa jadi media penularan difteri yang lagi marak itu?

Hatur nuhun…” tulis A.S Wardani.

Postingan A.S Wardani mendapat tanggapan dari netizen lainnnya.

Yaitu akun Monica Putri.

Monica mengatakan, video tersebut tidak terjadi di Indonesia melainkan di India.

Akun Nathaniel Bagas Pranadhitama juga membagikan hal yang sama dengan Monica.

“Video tsb terjadi di India, salah satu anggota bernama Monica Putri menemukan video yang sama di YouTube. Tanggal upload di YouTube dengan di postingan FB Inspirasi Kehidupan berbeda. Di YouTube sudah di-upload pada tanggal 29 November 2017, sementara di FB Inspirasi Kehidupan baru di-upload tanggal 11 Desember 2017.CATATAN:Saya menggunakan referensi link YouTube yang berbeda dengan referensi dari Monica Putri.”

Nathaniel Bagas Pranadhitama membagikan link video yang menyatakan bahwa tikus yang mengerubungi cabai itu bukan di Indonesia melainkan di India.