Kisah Anak Tukang Bubur Lolos Seleksi Calon Taruna Akmil

0
21

Kisah Anak Tukang Bubur Lolos Seleksi Calon Taruna Akmil

Purbalingga – Kisah inspiratif bisa datang dari mana saja. Imron Ichwani, warga Desa Selabaya Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, berhasil lolos seleksi calon taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Keberhasilan anak pedagang bubur ayam keliling itu, menurut Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus, membuktikan siapa pun bisa meraih mimpinya, termasuk menjadi taruna Akmil. Tentunya, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan TNI Angkatan Darat.

“Imron Ichwani sudah membuktikan bukan hanya anak orang tertentu yang bisa menjadi taruna Akmil,” tutur Andi Bagus kepada wartawan, Senin (6/8/2018).

Ditemui KRJogja.com, di rumahnya di Selabaya, Sugeng Suroso, ayah kandung Imron Ichwani menuturkan, anaknya memang cerdas. Sejak masih duduk di SD, Imron sering mengikuti lomba Matematika.

“Imron juga mendapat nilai matematika 10 pada UN (Ujian Nasional),” ujar pedagang bubur ini.

Imron menyelesaikan pendidikan di SDN 1 Selabaya Kalimanah (2012) dan SMP N 1 Purbalingga (2015). Selanjutnya, menempuh pendidikan di SMAN 1 Purwokerto Jurusan IPA hingga lulus tahun 2018.

“Saat di SMP dan SMA, Imron juga mengikuti lomba Olimpiade tingkat Provinsi,” tukang bubur itu menambahkan.

Kejutan untuk Keluarga

kisah anak tukang bubur lolos seleksi calon taruna akmil Kisah Anak Tukang Bubur Lolos Seleksi Calon Taruna Akmil 099400000 1533535056 anak tukang bubur2 300x169

Imron yang selama menempuh pendidikan di SMA harus tinggal bersama kakeknya di Purwokerto, selalu aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibra. Berawal dari kegiatannya, dan arahan guru pembina SMA, Imron yang semula bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), berganti haluan dan mendaftar calon taruna Akmil.

Sementara Sugeng Suroso sudah sepuluh tahun berdagang bubur ayam. Dari berjualan keliling dengan menggunakan sepeda motor, bapak tujuh anak itu mendapat penghasilan rata-rata Rp 50 ribu per hari.

Pada Sabtu (28/7/2018), Sugeng baru tiba di rumahnya setelah berjualan ketika melalui anaknya menyampaikan kabar gembira itu melalui telepon genggam. Alhamdulilah, Pak. Saya lulus Capratar Akmil, begitulah kalimat Imron seperti ditirukan Sugeng.

“Saya sempat nglegeg (diam terpaku). Tapi suara anak saya di telepon meyakinkan saya tidak sedang bermimpi,” ujarnya.