2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’: Semua yang perlu Anda ketahui

0
12

2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’: Semua yang perlu Anda ketahui

Selama enam bulan terakhir BBC News Indonesia melakukan investigasi terkait penurunan permukaan tanah di Jakarta. Kami menemukan bahwa potensi tenggelamnya Jakarta bukanlah omong kosong belaka. Berikut berbagai hal yang perlu Anda ketahui dan apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya sebelum terlambat.

Anda juga bisa mengetahui seberapa besar penurunan tanah di daerah tempat tinggal Anda menggunakan fitur interaktif di dalam artikel ini.

Sore itu Fortuna tengah bersantai di rumah mewah pinggir lautnya yang dilengkapi dermaga, di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Perempuan ini duduk menatap kanal, tempat berbagai kapal mesin terparkir, bersandar ke masing-masing rumah.

Suasana tenang. Sesekali semilir angin laut mengibas rambut perempuan yang masih berkuliah ini. Namun, Fortuna menyebut kondisi itu bisa berubah drastis, mencekam ketika hujan turun lama dan air laut meninggi.

“Bahkan di sini beberapa kali terjadi banjir. Air laut masuk ke rumah, bahkan sampai melebihi batas telinga”, katanya dengan suara tegas.

2050, jakarta utara ‘tenggelam’: semua yang perlu anda ketahui 2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’: Semua yang perlu Anda ketahui tenggelam jakarta 300x169

Di area kolam renang, Fortuna pun menceritakan bagaimana setiap enam bulan atau setahun sekali, air laut merembes masuk, dan menenggelamkan kolam bewarna kebiruan itu. “Airnya lebih tinggi dari kolam renang. Perabotan-perabotan harus kami naikin ke atas, ke lantai dua”.

Dan tidak hanya banjir yang dirasakannya selama tinggal di rumah tersebut empat tahun terakhir. Setiap enam bulan sekali berbagai tiang dan dinding di rumah yang tampak kokoh itu, retak-retak.

“Jadi harus diperbaiki terus. Tukang yang dipekerjakan di sini bilang, penyebab (banjir dan retakan) karena perubahan tanah.”

Berdasarkan riset tim peneliti geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Jakarta Utara setiap tahunnya telah terjadi penurunan permukaan tanah dengan kedalaman mencapai 25cm.

Jika tidak dilakukan apa-apa, maka pada tahun 2050 sekitar 95% wilayah Jakarta Utara sudah berada di bawah laut.” Heri Andreas, Peneliti ITB

“Ini adalah salah satu penurunan tanah terbesar di dunia, karena kita bayangkan dalam 10 tahun penurunannya mencapai 2,5 meter,” kata Heri Andreas, salah satu doktor di bidang geodesi ITB yang terlibat dalam penelitian ini.

Heri menekankan bahwa peluang Jakarta untuk tenggelam, tidak mengada-ada. Ada data yang berbicara.

2050, jakarta utara ‘tenggelam’: semua yang perlu anda ketahui 2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’: Semua yang perlu Anda ketahui Opening C 300x169

“Jika tidak dilakukan apa-apa, maka pada tahun 2050 sekitar 95% wilayah Jakarta Utara sudah berada di bawah laut.”

Penurunan tanah tidak hanya terjadi di Jakarta Utara, tetapi di seluruh DKI Jakarta. Jakarta Barat turun sampai 15cm per tahun. Jakarta Timur, 10cm setiap tahunnya. Penurunan tanah sedalam 2cm terjadi di Jakarta Pusat. Sementara, di Jakarta Selatan penurunannya sekitar 1cm per tahun.

Apa penyebabnya?

Saat berkunjung ke Jakarta Utara, Heri mengungkapkan bahwa penyebab utama penurunan tanah ini adalah karena pengambilan air-tanah dalam yang berlebihan.

“80-90% penyebab penurunan tanah karena itu.”

Air tanah dalam adalah air tanah yang terletak di kedalaman sekitar 80 sampai 300 meter di bawah permukaan tanah.

Intensnya pengambilan air-tanah dalam di Jakarta, menggunakan sumur dan pompa air, karena Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hanya bisa memenuhi 40% kebutuhan air bersih, termasuk air minum warga ibukota.

“Sisanya (60% kebutuhan) harus dicari sendiri. Dan yang paling mudah, paling gampang dan paling bagus kualitas airnya itu ya dari tanah,” jelas Heri.

Dipompa dari dalam bumi, air ini tidak hanya digunakan oleh gedung-gedung tinggi. Menurut Heri, saat ini sudah banyak perumahan warga yang menggunakan air-tanah dalam, karena air tanah yang lebih dangkal ‘sudah tercemar’.

BBC News Indonesia pun mendatangi sebuah kompleks perumahan di Kebon Kacang, Tanah Abang. Suara deru pompa air setiap malam terdengar bising di gang-gang perumahan itu.

Lebih gampang pakai air tanah, (jadi) mandiri, tidak bergantung PAM. Apalagi kos-kosan butuh banyak air.” Hendri, Pemilik kos di Kebon Kacang

Mayoritas perumahan di sana telah diubah menjadi kos-kosan bertingkat, setidaknya dua lantai. Salah satunya dimiliki Hendri. Dia telah menggunakan air tanah sejak kos-kosan itu berdiri 10 tahun lalu.

“Awalnya airnya hitam sih, ada tanahnya, tapi lama-kelamaan bersih. Lebih gampang juga pakai air tanah, mandiri, nggak bergantung sama PAM. Apalagi kos-kosan begini kan butuh banyak air,” kata Hendri.

Dan nyaris seluruh kos-kosan di gang sepanjang 200 meter itu menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih mereka.

2050, jakarta utara ‘tenggelam’: semua yang perlu anda ketahui 2050, Jakarta Utara ‘tenggelam’: Semua yang perlu Anda ketahui Apa penyebabnya B 300x169

selengkap nya bisa baca di https://www.bbc.com/indonesia/resources/idt-3928e4ca-f33b-4657-aa35-98eb5987f74e