Ini Alasan Mafia Narkoba Bakar Rumah di Makassar, 6 Orang Tewas Berpelukan

0
11

Ini Alasan Mafia Narkoba Bakar Rumah di Makassar, 6 Orang Tewas Berpelukan

 

 Satu keluarga tewas, setelah rumahnya dibakar oleh mafia narkoba. Saat ditemukan jasad para korban saling berpelukan.

Mereka adalah, Sanusi (70) dana Bodeng (65) pasangan suami istri, juga menewaskan putri Sanusi, Musdalifah (30), Fahri (24), Namira Ramadina (21), Hijas (2,5).

Aparat Polrestabes Makassar berhasil mengungkap para pelaku pembakaran rumah di Jl Tinumbu, Pannampu, Tallo, yang menewaskan enam orang.

Dari hasil penelusuran polisi, kebakaran itu direncanakan oleh pelaku yang tak lain merupakan jaringan mafia pengedar narkoba.

Dalam keterangan yang digelar Polrestabes Makassar, Minggu (12/8/2018) Sore, terungkap jika aksi itu diatur Akbar Dg Ampu (32) yang merupakan narapidana.

“Pelaku utamanya atau otaknya adalah Akbar Dg Ampu, yang kita ketahui bersama adalah narapidana yang masih menjalani masa tahanan atas kasus peredaran narkoba dan juga kasus pembunuhan,” ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar.

Akbar yang berada di dalam sel tahanan Lapas menginstruksikan kepada sejumlah anggotanya untuk menagih uang hasil penjualan narkoba, temasuk dari korban Fahri.

“Jadi si korbannya Fahri mengambil paket narkoba jenis sabu seharga Rp 9 juta tapi belum dibayarkan ke Akbar, setelah ditagih bahkan sempat dianiaya dan terakhirnya si Akbar ini diinstruksikan anggotanya untuk bakar rumah milik keluarga Fahri yang mana saat itu Fahri berada dalam rumah itu,” ucapnya.

Dalam pers rilis itu turut pula dihadirkan eksekutor pembakaran rumah yakni Andi Ilham (23) serta tiga orang lainnya yakni Riswan (23), Haidir (25), wandi (23) yang merupakan pelaku penganiayaan terhadap Fahri.

“Untuk sementara masih akan kita kembangkan lagi karena ada satu eksekutor pembakaran yakni Appang atau Rahmat yang masih buron,” tutup Kombes Irwan.

Sebelumnya kebakaran lima rumah di Tinumbu, Panampu, Kecamatan Tallo, Kita Makassar, Sulsel, Senin (6/8) dini hari, menyebabkan enam orang meninggal.

Mereka adalah, Sanusi (70) dana Bodeng (65) pasangan suami istri, juga tewaskan putri Sanusi, Musdalifah (30), Fahri (24), Namira Ramadina (21), Hijas (2,5).

Para pelaku menganiaya penghuni rumah sebelum memutuskan menghanguskan keluarga Fahri.

Hal itu diketahui setelah polisi mengidentifikasi beberapa luka di tubuh korban.

Usai membantai keluarga Fahri, pelaku kemudian menggembok rumah dari luar.

Tujuannya untuk memastikan tak ada korban selamat dari rumah itu.

Keluarga korban kebakaran Jl Tinumbu Kecamatan Tallo, Makassar, menduga ada kejanggalan saat kebakaran terjadi.

Hal tersebut diungkapkan salah satu keluarga korban meninggal, Abdul Azis (62), saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Jl Mappaoudang, Kota Makassar, Sulsel, Senin (6/8/2018).

Kata Azis, sebelum kejadian salah satu korban yang juga adalah keponakannya, Fahri berselisih paham dengan salah satu kawanan geng motor, Sabtu (4/8/2018) lalu.

“Katanya ponakan saya (Fahri) itu punya hutang sekitar Rp 10 juta dengan temannya, karena Sabtu (4/8/2018) malam dia dikeroyok sama komplotan itu,” kata Azis di RS Bhayangkara.

Hasil pengumpulan bukti dan keterangan di TKP, polisi menemukan kejanggalan. Seperti adanya indikasi seolah-olah terdapat unsur kesengajaan dari kebakaran yang merenggut enam jiwa ini.

Sebelum musibah kebakaran terjadi, Sabtu (4/8/2018) malam, komplotan tersebut mengeroyok Fahri karena tidak mengembalikan uang untuk pembelian narkoba jenis sabu-sabu.

“Orangtuanya itu juga tahu masalahnya semua. Hutang piutang, kemarin malam dia dikeroyok 30 orang. Salahnya, itu bapaknya tidak melapor,” lanjut Azis.

Seperti diketahui, kebakaran yang terjadi di Tinumbu, menghanguskan tiga rumah, Senin (6/8/2018) dini hari. yang menewaskan enam orang warga.

Mereka yang meninggal adalah Sanusi (70) dan Bodeng (65) pasangan suami istri. Lalu juga korban meninggal, putri dan cucu Sanusi yakni, Musdalifa (30), Fahri (24), Namira Ramadina (21), dan Hijas (2,5).

Setelah itu, kata Azis, kawanan yang membawa senjata api rakitan Paporo dan panah kembali mendatangi rumah korban, Senin (6/8/2018), sekira pukul 02.00 Wita.

“Bapaknya sudah mau bayar hutangnya anaknya, tapi pelaku bilang, saya tidak butuh uangnya lagi, saya butuh anakmu, kasih keluar Fahri,” ungkap Azis.

Diduga pelaku yang mengetahui Fahri sembunyi di rumah neneknya, kemudian bergerombol ke sana. Hingga akhinya sekira pukul 03.40 Wita terjadi kebakaran.