Smoking Room ‘Kuburan’ Memang Menyeramkan, Tapi Rokok Mahal Lebih Efektif

0
10

Smoking Room ‘Kuburan’ Memang Menyeramkan, Tapi Rokok Mahal Lebih Efektif

  Viral foto gambar smoking room seram yang diunggah oleh pemilik akun Facebook atas nama Dode Yogiswara dinilainya tidak efektif. Dode sendiri mengaku ia mampu berhenti merokok hanya apabila berkunjung ke negara-negara yang harga rokoknya mahal atau sangat ketat dengan aturan merokok.

“Saya bisa stop smoking di luar negeri karena takut dengan dendanya. Kalau hanya gambar, menurut saya kurang. Kalau beneran di-charge 1000 dollar ya mending saya nggak merokok. Plus harga rokok luar negeri yang mahal banget,” kata Dode

Ia menceritakan pengalamannya ketika berada di Sydney. Disebutkan harga satu pak rokok merek tertentu seharga 28 dolar Australia atau setara dengan 280 ribu rupiah. Dode membandingkan dengan jumlah sebanyak itu ia lebih baik untuk membeli makanan daripada merokok.

“Lalu apakah hanya orang kaya yang merokok di Sydney? Jawabannya hanya orang bodoh yang merokok di sana. AUD 28 juga termasuk sangat mahal untuk orang Oz (Australia) sendiri,” lanjutnya.

Bagi Dode, cara paling efektif untuk menekan angka perokok di Indonesia adalah dengan menaikkan harganya. Dengan begitu negara akan menjadi lebih sehat karena angka pengidap penyakit kronis akibat merokok juga akan ikut menurun.

Dode menyebut adanya gosip harga rokok akan dinaikkan menjadi 150 ribu rupiah beberapa waktu lalu. Saat mendengarnya ia merasa bahagia karena sudah jelas tidak akan dibeli karena sayang untuk mengeluarkan uang sebesar itu.

“Pasti nggak akan kebeli, eman-eman duitnya. Ternyata cuma hoax. Kalau ada yang comment (soal harga rokok dinaikkan) bahwa kasihan masyarakat kecil? Malah karena negara sayang sama warga negaranya makanya harga rokok harus dinaikkan. Mau penderita TBC jumlahnya naik? Kanker? Serangan jantung?” ujar pria yang memiliki usaha di bidang perhotelan ini.

Walau begitu, bagaimanapun metodenya, Dode menjelaskan semua kembali ke individu masing-masing perihal kepentingan membeli dan menjual rokok. Apakah itu pemerintah akan menaikkan harga rokok atau tidak, ataupun jika sudah dinaikkan perokok akan tetap membeli atau tidak apapun alasannya.

“Pasti pro-kontra. Ya silakan masing-masing punya pendapat dan kepentingan masing-masing. Beli rokoknya mahal, apalagi kalau sakitnya, pasti lebih mahal,” pungkas Dode.